Doa Terkait Memohon Petunjuk

1. Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, 'Afaf (Terjaga) Dan Ghina (Merasa Cukup)

اللهم إنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى

Allaahumma innii as-alukal hudaa, wat-tuqoo, wal 'afaaf, wal ghinaa.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat 'afaf dan ghina.

HR. Muslim no. 2721.

2. Doa Memohon Rahmat Dan Petunjuk

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan, wa hayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa.

Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.

(Al Kahfi [18]: 10).

3. Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran 1

اللهم إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ

Allaahumma innii as-alukal hudaa was-sadaad.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran.

HR. Muslim no. 2725.

4. Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran 2

اللهم اهْدِنِيْ وَسَدِّدْنِي

Allaahummahdinii wa saddidnii.

Ya Allah, berilah aku hidayah dan keteguhan dalam kebenaran.

HR. Muslim dalam Shahih Muslim.

5. Doa Memohon Dihidupkan Jika Itu Baik, Dan Dimatikan Jika Itu Baik

اللهم أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي

Allaahumma ahyinii maa kaanatil hayaatu khoiron lii, wa tawaffanii idzaa kaanatil wafaatu khoiron lii.

Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik untukku.

HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680.

6. Doa Memohon Keteguhan, Petunjuk Sekaligus Sebagai Pemberi Petunjuk

اللهم ثَبِّتْنِي، وَاجْعَلْنِي هَادِيًا مَهْدِيًّا

Allaahumma tsabbitnii, waj'alnii haadiyan mahdiyyan.

Ya Allah, teguhkanlah aku. Dan jadikanlah aku sebagai pemberi petunjuk sekaligus mendapat petunjuk.

HR. Bukhari, Muslim.

7. Doa Memohon Keimanan, Keyakinan Dan Pemahaman

اللهم زِدْنَا إِيْمَانًا، وَيَقِيْنًا، وَفِقْهًا

Allaahumma zidnaa iimaanan, wa yaqiinan, wa fiqhan.

Ya Allah, tambahkan kepada kami keimanan, keyakinan dan pemahaman (yang benar).

HR. Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah (I/368, No. 797) dan Al-Laalikai dalam Syirah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah waljama’ah (No. 1704). Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih dalam Fathul Barri (I/48).

8. Doa Memohon Keteguhan Di Atas Islam

يَا وَلِيَّ الْإِسْلَامِ وَأَهْلِهِ، مَسِّكْنِي الْإِسْلَامَ، حَتَّى أَلْقَاكَ عَلَيْهِ

Yaa waliyyal islaami wa ahlih, massiknil islaam, hattaa alqooka 'alaih.

Wahai Dzat yang melindungi Islam dan pemeluknya, kokohkanlah kami di atas Islam, sampai kami menemui-Mu dengan membawanya.

HR. ath-Thabrani.

9. Doa Memohon Iman Yang Tidak Lepas, Nikmat Yang Tidak Habis, Dan Menyertai Nabi Muhammad Di Surga

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

Allaahumma innii as-aluka iimaanan laa yartadd, wa na'iiman laa yanfad, wa muroofaqota muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallama fii a'laa jannatil khuld.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga yang paling tinggi selamanya.

HR. Ahmad 1:400, Ibnu Hibban 5:303. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi (sahih dilihat dari jalur lain).

10. Doa Menolak Firasat Buruk/Sial

اللهم لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـٰهَ غَيْرُكَ

Allaahumma laa thoiro illaa thoiruk, wa laa khoiro illaa khoiruk, wa laa ilaaha ghoiruk.

Ya Allah, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikanMu, serta tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.

HR. Ahmad 2/220, Ibnus Sunni no. 292, dan lihat Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1065.

11. Doa Agar Kaum Muslimin Disatukan Hatinya, Diberi Petunjuk Dan Keselamatan, Dijauhkan Dari Perbuatan Keji, Diberkahi Diri Dan Keluarga, Diterima Taubat Dan Dijadikan Hamba Yang Bersyukur

اللهم أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ، مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا، وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا

Allaahumma allif baina quluubinaa, wa ashlih dzaata baininaa, wahdinaa subulas-salaam, wa najjinaa minazh-zhulumaati ilan-nuur, wa jannibnal fawaahisya maa zhoharo minhaa wa maa bathon, wa baarik lanaa fii asmaa'inaa, wa ab-shoorinaa, wa quluubinaa, wa azwaajinaa, wa dzurriyyaatinaa, wa tub 'alainaa, innaka antat-tawwaabur-rohiim, waj'alnaa syaakiriina lini'matik, muts-niina bihaa qoobiliihaa, wa atimmahaa 'alainaa.

Ya Allah, satukanlah hati kami. Perbaikilah keadaan kami. Tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan (menuju surga). Selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji yang nampak maupun tersembunyi. Berkahilah pendengaran, penglihatan, hati, istri-istri dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jadikanlah kami hamba yang bersyukur atas nikmat-Mu, terus memuji-Mu dan menerima nikmat tersebut, dan sempurnakanlah nikmat tersebut pada kami.

HR. Abu Daud no. 969, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Qadha’ wa Al-Qadr dari hadits Abu Daud, asalnya dikeluarkan oleh Tirmidzi. Kesimpulannya, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.